Ajarlah Kami menghitung hari-hari

Ajarlah Kami menghitung hari-hari Kami sedemikian, hingga Kami beroleh Hati yang Bijaksana

(Mazmur 90:12)

Ada begitu banyak Hari Istimewa yg dinantikan oleh setiap Orang utk diperingati dan dirayakan seperti Hari dimana ketika Kita mendapat Pacar Baru, Rumah Baru, Mobil Baru, Lulus dari Universitas, mendapat Pekerjaan, Hari Pernikahan, dll. kecuali Hari Kematian dimana semua Orang berusaha menghindari dan enggan utk membicarakannya yah..krn Kita sendiri tdk tahu kapan datangnya dan kalau itu terjadi maka bukan Kita sendiri lagi yg memperingatinya krn kita sdh tdk ada tetapi tinggal Orang lain yg memperingati dan mengenang akan Hidup Kita, padahal di hari Kematian tdk ada satupun yg dpt menghindarinya baik dia itu Pemulung bahkan sampai Presiden sekalipun.

Dari sekian banyak Hari Istimewa yg sdh disebutkan diatas atau masih banyak lagi yg belum disebut, Hari Ulang Tahun adalah salah satu Hari Istimewa yg paling banyak ditunggu untuk diperingati dan dirayakan karena disana bukan hanya Umur Kita yg bertambah utk Kita Rayakan sendiri tetapi di Hari itu pula biasanya Kita akan mendapat sejumlah kejutan seperti ucapan Selamat Ulang Tahun, ada Cipika-cipiki maksudnya Cium Pipi Kanan & Kiri, pemberian Kado, dll dari Orang yg Kita Cintai, Orang yg dekat dgn Kita atau dari Orang-orang yg mengenal Kita.

Yang menjadi pertanyaan ad. benarkah di Hari Ulang Tahun berarti Umur Kita bertambah ?? Jawabannya tergantung dari mana Kita melihat, ibarat garis panjang jika Kita melihat dari awal memang bertambah (disini Kategorinya ad. Umur ABG ke atas yg menurut mereka Umur itu memang bertambah dan memang tdk salah) tetapi jika Kita melihat dari ujung sebenarnya Umur Kita berkurang (Kategori Lanjut Usia) dimana merayakan HUT dimasa Tua memang bertambah secara Matematis Mis: 70 Thn bertambah 1 Thn menjadi 71 Thn dan tdk salah juga tetapi jgn senang dulu, tetapi mari Kita lihat apa kata pe-Mazmur 90:10 tentang Hidup: ” Masa Hidup Kami Tujuh Puluh Tahun dan jika Kami kuat, Delapan Puluh Tahun, dan Kebanggaannya adalah Kesukaran dan Penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan Kami pun Melayang Lenyap “.

Artinya disini pe-Mazmur mengajak Kita utk melihat bahwa di Hari Ulang Tahun memang Umur Kita bertambah namun sekaligus juga Umur Kita berkurang. Disini Kita temukan dgn apa yg disebut Paradoks (Dua Hal yg bertentangan namun kedua-duanya benar) dan itulah Hidup Kita.

Dari Analogi Garis Panjang tadi tentang Hari Ulang Tahun, Kita lihat betapa berharganya Hidup yg di Anugerahkan Tuhan pada Kita ini, so mari Kita maknai Hidup ini menjadi lebih berarti lagi buat Tuhan, Orang Tua, Suami / Isteri, Anak-anak, Saudara-saudara, dan kepada sesama Kita Manusia.

Karena di Hari Ulang Tahun bukan masalah apakah Umur Kita bertambah atau berkurang tetapi mari Kita lihat pada diri Seorang Anak Manusia dari Nazareth, utk ukuran Orang Zaman sekarang, meninggal di Umur  33 Tahun terlalu muda sekali dan sangat disayangkan tetapi bagi-Nya cukup sampai Umur 30 Thn aja ditambah masa pelayanan-Nya 3 Thn dan mari Kita lihat dampak dari Gaya Hidup, Ajarannya, serta Karya-Nya begitu mempengaruhi di setiap Zaman bahkan diakui oleh Orang yg tdk percaya pada-Nya dan itulah Hidup yg ber-Makna dan ber-Arti, siapakah Dia ?? Dia lah   Yesus Kristus Tuhan.

Seorang anak lahir setelah 11 tahun pernikahan.
Mereka adalah pasangan yg saling mencintai dan anak
itu adalah buah hati mereka. Saat anak tersebut
berumur dua tahun, suatu pagi si ayah melihat
sebotol obat yg terbuka. Dia terlambat untuk ke
kantor maka dia meminta istrinya untuk menutupnya
dan menyimpannya di lemari. Istrinya, karena
kesibukannya di dapur sama sekali melupakan hal
tersebut.

Anak itu melihat botol itu dan dengan riang
memainkannya. Karena tertarik dengan warna obat
tersebut lalu si anak memakannya semua. Obat
tersebut adalah obat yg keras yg bahkan untuk orang
dewasa pun hanya dalam dosis kecil saja. Sang istri
segera membawa si anak ke rumah sakit. Tapi si anak
tidak tertolong. sang istri ngeri membayangkan
bagaimana dia harus menghadapi suaminya.

Ketika si suami datang ke rumah sakit dan melihat
anaknya yang telah meninggal, dia melihat kepada
istrinya dan mengucapkan 3 kata.

Sang Suami hanya mengatakan “SAYA BERSAMAMU SAYANG”

Reaksi sang suami yang sangat tidak disangka-sangka
adalah sikap yang proaktif. Si anak sudah meninggal,
tidak bisa dihidupkan kembali. Tidak ada gunanya
mencari-cari kesalahan pada sang istri. lagipula
seandainya dia menyempatkan untuk menutup dan
menyimpan botol tersebut maka hal ini tdk akan
terjadi.

Tidak ada yg perlu disalahkan. Si istri juga
kehilangan anak semata wayangnya. Apa yg si istri
perlu saat ini adalah penghiburan dari sang suami
dan itulah yg diberikan suaminya sekarang.

Jika semua orang dapat melihat hidup dengan cara
pandang seperti ini maka akan terdapat jauh lebih
sedikit permasalahan di dunia ini.

“Perjalanan ribuan mil dimulai dengan satu langkah
kecil”

Buang rasa iri hati, cemburu, dendam, egois dan
ketakutanmu. Kamu akan menemukan bahwa sesungguhnya
banyak hal tidak sesulit yang kau bayangkan.

MORAL CERITA

Cerita ini layak untuk dibaca. Kadang kita membuang
waktu hanya untuk mencari kesalahan org lain atau
siapa yg salah dalam sebuah hubungan atau dalam
pekerjaan atau dengan org yg kita kenal. hal ini
akan membuat kita kehilangan kehangatan dalam
hubungan antar manusia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: