Makna Persahabatan


Penulis : Andrie Wongso
Rating Artikel :
Jumat, 13-November-2009

Sahabat yang luar biasa, beberapa saat yang lalu, saya menerima undangan dari Mayjen Bambang Suranto untuk memberi seminar motivasi di SESKOAD (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat) di Bandung, Jawa Barat. Karena acara akan berlangsung jam 10 pagi, maka pada pukul setengah enam pagi, saya pun bersiap-siap berangkat ke Bandung.


Ketika ke luar rumah, sopir sudah menyiapkan mobil yang sudah terisi dengan barang2. Karena satu dan lain hal, mobil yang tadinya akan digunakan harus diganti. Tidak membuang waktu, kami pun langsung memindahkan barang2 ke mobil pengganti dan segera berangkat.

Sekitar pukul 9.15 kami tiba di Kota Bandung. Saya, yang masih mengenakan sandal rumah, segera berkemas-kemas di mobil. Tapi… lho, mana sepatu saya?! Di tempat pemberhentian, kami segera sibuk mencarinya ke segala sudut mobil, tapi si sepatu tidak berkenan ditemukan juga.

“Pasti, ketinggalan di mobil yang pertama!” saya berkata dalam hati sambil menganalisa keadaan. “Padahal waktu seminar sudah mepet sekali. Dari kontak pertelpon, panitia dan peserta sudah lengkap dan siap menunggu kehadiran saya. Tidak mungkin saya pergi dahulu ke pertokoan sekarang. Lagipula, saya, asisten, dan sopir tidak terlalu mengenal jalan-jalan di Bandung. Apa yang harus saya lakukan?”Segera saya melirik ke sepatu asisten saya. Setelah dicoba, ternyata ukuran sepatunya tidak cocok dengan kaki saya. Giliran berikutnya, sepatu si sopir menjadi sasaran dan ternyata juga tidak cocok.

Dalam kebingungan, saya teringat nama salah seorang sahabat saya yang tinggal di Bandung. Ia seorang pengusaha yang memproduksi sepatu dan sandal. Namanya, Felix Verguso (merek sepatu produksinya, sesuai namanya sendiri). Saya pun segera meneleponnya untuk meminta bantuan.

Percakapan di telepon, dan peristiwa yang terjadi setelahnya, berjalan sangat cepat. Menyadari situasi ‘genting’, tanpa banyak basa basi, Felix segera membantu. Melalui anak buahnya, dikirimlah dua pasang sepatu ke tempat saya berada, lengkap dengan semir dan sikatnya. Saya coba, pilih, dan segera meluncur ke tempat seminar.

Ketika saya menanyakan harga yang harus ditebus, Felix dengan halus menolak. “Masa seorang Andrie Wongso, yang saya kenal dengan baik, harus bayar?” demikian katanya.

Berkat bantuannya, saya bisa tampil dengan layak dan penuh percaya diri, seperti biasanya. Sungguh bantuan yang sangat berharga dari seorang sahabat. Felix, thx berat sobat!

Teman-teman,

Arti persahabatan itu sangat penting! Di dalam kehidupan ini, kita tidak bisa hidup sendiri. Kita perlu memiliki sahabat. Apalagi saat kita berada dalam kesulitan atau perlu bantuan, tentu sahabat bisa kita andalkan.

Tetapi, seperti yang selalu saya katakan, yang lebih penting adalah kita bisa menjadi sahabat bagi orang lain. Lakukanlah kebajikan dan kebaikan sedikitnya satu kali sehari. Juga, bersikaplah terbuka; siap membantu orang lain! Saya melakukan hal-hal ini setiap hari dan peristiwa luar biasa ini menguatkan saya untuk terus melakukannya. Bagaimana dengan teman-teman?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: