KASIHILAH SELAGI BISA

Untuk mengingatkan bahwa ada orang yang menyayangi kita (mungkin…) tanpa
kita sadari… sampai suatu saat kita harus kehilangannya. ….. dan apakah
kita harus kehilangannya lebih dahulu untuk menyadarinya. …?

Semuanya itu disadari Lindang seorang direktur suatu perusahaan
multinasional pada saat dia termenung seorang diri, menatap kosong keluar
jendela rumahnya.

Dengan susah payah ia mencoba untuk memikirkan mengenai pekerjaannya yang
menumpuk. Semuanya sia-sia belaka. Yang ada dalam pikirannya hanyalah
perkataan anaknya, Hapsari, di suatu sore sekitar 3 minggu yang lalu.

Malam itu, 3 minggu yang lalu Lindang membawa pekerjaannya pulang. Ada rapat
umum yang sangat penting besok pagi dengan para pemegang saham.

Pada saat Lindang memeriksa pekerjaannya, Hapsari, putrinya yang baru
berusia 2 tahun datang menghampiri, sambil membawa buku ceritanya yang masih
baru. Buku baru bersampul hijau dengan gambar peri.
Dia berkata dengan suara manjanya,
“Papa lihat !”
Lindang menengok ke arahnya dan berkata,
“Wah, buku baru ya ?”
“Ya Papa!” katanya berseri-seri, “Bacain dong !”
“Wah, Ayah sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh”, kata Lindang dengan
cepat sambil mengalihkan perhatiannya pada tumpukan kertas di depan
hidungnya.
Hapsari hanya berdiri terpaku di samping Lindang sambil memperhatikan. Lalu
dengan suaranya yang lembut dan sedikit dibuat-buat mulai merayu kembali,
“Tapi mama bilang Papa akan membacakannya untuk Hapsari”.
Dengan perasaan agak kesal Lindang menjawab,
“Hapsari dengar, Papa sangat sibuk. Minta saja Mama untuk
membacakannya. ”
“Tapi Mama lebih sibuk daripada Papa,” katanya sendu.
“Lihat Papa, gambarnya bagus dan lucu.”
“Lain kali Hapsari, sana! Papa sedang banyak kerjaan.”
Lindang berusaha untuk tidak memperhatikan Hapsari lagi.

Waktu berlalu, Hapsari masih berdiri kaku di sebelah ayahnya sambil memegang
erat bukunya.
Lama sekali Lindang mengacuhkan anaknya. Tiba-tiba Hapsari mulai lagi,
“Tapi Papa, gambarnya bagus sekali dan ceritanya pasti
bagus!
Papa pasti akan suka.”
“Hapsari, sekali lagi Ayah bilang, lain kali!” dengan agak keras Lindang
membentak anaknya.
Hampir menangis Hapsari mulai menjauh, “Iya deh, lain kali ya Papa, lain
kali.”
Tapi Hapsari kemudian mendekati Ayahnya sambil menyentuh lembut
tangannya,menaruh bukunya dipangkuan sang Ayah sambil berkata,

“Kapan saja Papa ada waktu ya, Papa tidak usah baca untuk Hapsari, baca saja
untuk Papa. Tapi kalau Papa bisa, bacanya yang keras ya, supaya Hapsari juga
bisa ikut dengar.”
Lindang hanya diam.

Kejadian 3 minggu yang lalu itulah sekarang yang ada dalam pikiran
Lindang.Lindang teringat akan Hapsari yang dengan penuh pengertian mengalah.

Hapsari yang baru berusia 2 tahun meletakkan tangannya yang mungil di atas
tangannya yang kasar mengatakan, “Tapi kalau bisa bacanya yang keras ya Pa,
supaya Hapsari bisa ikut dengar.”
Dan karena itulah Lindang mulai membuka buku cerita yang diambilnya, dari
tumpukan mainan Hapsari di pojok ruangan. Bukunya sudah tidak terlalu baru,
sampulnya sudah mulai
usang dan koyak. Lindang mulai membuka halaman pertama dan dengan suara
parau mulai membacanya. Lindang sudah melupakan pekerjaannya yang dulunya
amat penting.
Ia bahkan lupa akan kemarahan dan kebenciannya terhadap pemuda mabuk yang
dengan kencangnya menghantam tubuh putrinya di jalan depan rumah.
Lindang terus membaca halaman demi halaman sekeras mungkin, cukup keras bagi
Hapsari untuk dapat mendengar dari tempat peristirahatannya yang terakhir.
Mungkin…
“Lakukan sesuatu untuk seseorang yang anda kasihi sebelum terlambat, karena
sesal kemudian tidak akan ada gunanya lagi….
Lakukan sesuatu yang manis untuk orang-orang yang kamu kasihi, dengan waktu
yang anda punya…”
Sumber : uknown
” Maka syukuri lah apa yang kita miliki sebelum semuanya hilang karena tidak
kita pedulikan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: